Dunia itu....

aku sering melihat dunia. sangat sering. terlalu sering bahkan, mungkin.
tapi aku tak kenal dunia sekarang. ya, aku tak tahu.

saat itu dunia yang kukenal berbeda. bukan dunia seperti sekarang. saat itu aku masih ada.
sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi. menjauh dan tak bersosialisasi.

bukan, bukan tak bersosialisasi dengan orang lain, tapi dengan dunia. ingat, dunia namanya.
lalu aku pergi, sudah kubilang. aku kehilangan banyak hal ketika pergi.
banyak. banyak sekali. tidak tahu apa-apa. tidak dapat kabar!
tidak memberi kabar juga. aku hilang. iya aku hilang.

tapi aku melihat dunia. tapi bukan dunia. lah? kok bisa?
iya, bisa. dunia yang aku lihat ini berbeda. dunia yang ini entah kenapa hanya aku yang tahu.
iya, keberadaannya tersembunyi. hanya aku yang bisa melihat, mendengar dan merasakannya.
orang bilang aku aneh. orang biang dunia yang aku kenal itu tidak ada.
apa mereka benar? kalau begitu selama ini aku salah.
salah mengenal dunia. apakah iya begitu?
tidak. tidak begitu. dunia yang kukenal memang ada. iya ada.
itu namanya duniaku. dunia yang menjadi temanku. duniaku. iya buatanku.
apa? mau bilang aku aneh? silahkan saja. aku tak peduli

apa? masih mau bilang aku aneh? silahkan saja. aku tak peduli.
sekali lagi aku tak akan peduli.
biar saja aku aneh. karena menang kenyataannya begitu.
biarkan saja. iya. biar aku menjadi aku.

Salam hangat, 
Rizki Maulani Mawardi.



Comments

Popular posts from this blog

Puisiku

Kemarin

June 12, 2012.