Aku Memudar
Pudar.
Aku memudar di hamparan kain putih.
Aku memudar.
Aku tinta dan aku memudar.
Aku warna dan aku memudar.
Kamu kainnya.
Dari awal harusnya ga usah gambar.
Tintanya ga permanen.
Nanti pudar, jadi jelek.
Jadi ga bisa dipakai.
Gampang dicari. Apanya?
Itu, tinta.
Oh, pantesan jelek gampang pudar.
Aku memudar di atas kain putih.
Memudar lalu hilang.
Lalu dibuang. Lalu dilupakan.
Kamu mulai dari awal.
Kan tintanya sudah hilang memudar.
Jatinangor, 15 April 2014.
Salam hangat, Rizki Maulani Mawardi :)
Salam panas.
ReplyDeleteEnjel semok -_-
Deletebagus kak, ajarin berpuisi dong.
ReplyDelete